Mamujuekspres.com|MAMUJU|–Kepala Bapperida Prov. Sulbar, Dr.H.Junda Maulana diundang sebagai narasumber pada Rapat Koordinasi (Rakor) Balai Latihan Kerja (BLK) se-Sulbar, bertempat di Hotel Aflah Mamuju, Selasa, 6 Februari 2024.
Rakor tersebut dihadiri Kepala UPTD-BLK Sulbar H.Andi Farid Kusno, S.Sos, M.Si, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi tingkat Kabupaten, Kepala UPTD-BLK Kab.Polman dan Majene, perwakilan Perbankan dan BPJS.
Dalam paparannya Dr.H.Junda Maulana menjelaskan, profil dan peluang serta tantangan ketenagakerjaan Sulbar ke depan di Sulbar masih didominasi tenaga kerja berpendidikan SD atau 44,53 persen, sedangkan tenaga kerja berpendidikan tinggi atau Sarjana 11,45 persen, ucapnya.
“Proporsi pekerja formal dan informal, menurut Junda mayoritas penduduk Sulbar bekerja di sektor informal yang didominasi penduduk berpendidikan rendah berdomisili di pedesaan sedang pekerja di sektor formal didominasi penduduk berpendidikan tinggi yang umumnya tinggal di perkotaan,” sebutnya.
Kepala Bapperida Sulbar Dr.H.Junda Maulana menyebutkan peluang dan tantangan dunia kerja di era 5.0, dimana jumlah penduduk usia produktif menjadi peluang untuk dimanfaatkan, namun jika melihat data saat ini, Sulbar dihadapkan sejumlah tantangan, jelasnya.
Adapun tantangan yang dihadapi dunia kerja diantaranya: pertama, Kualitas Tenaga Kerja Sulbar masih rendah, ditunjukkan dengan rendahnya tingkat pendidikan pekerja, kedua, Rendahnya keterampilan dan produktivitas tenaga kerja menyebabkan daya tawar relative rendah, ketiga, Penduduk Sulbar masih cenderung bergerak pada bentuk pekerjaan yang kurang produktif, ditunjukkan dengan dominasi persentase penduduk bekerja pada sektor informal, keempat, Perkembangan ekonomi digital yang berbasis teknologi, berimplikasi pada banyaknya pekerjaan yang akan hilang dan tergantikan dengan pekerjaan berbasis high skill dan kelima, Fleksibilitas Hubungan Kerja, akibat era digitalisasi yang semakin berkembang. (rls/red)














Komentar