Prof Zudan menjelaskan, pemberian subsidi bagi ibu hamil dan balita dia pelajari dari Jepang, pada 1945 Jepang dikenal sebagai bangsa ‘kate’ karena tubuh mereka yang pendek, namun kini rata-rata postur tubuh mereka sudah tumbuh tinggi.
“Dulu rata-rata tinggi mereka (Jepang) perempuan 150 centimeter dan laki-laki 160 centimeter, sekarang wanita sudah lebih 158 centimeter dan laki-laki170 centimeter,” ujarnya.
Tinggi rata-rata perempuan di Sulbar dari sampling anak SMA berada dikisaran 150 centimeter, karenanya Sulbar dapat mengadopsi apa yang dilakukan Jepang untuk meghadirkan generasi penerus yang unggul di masa depan.
“Jepang berhasil meningkatkan SDMnya dengan kebijakan itu, jika semua Kabupaten dan Provinsi sepakat, kompak mensubsidi semua ibu hamil dan bayi baru lahir, persoalan stunting juga pasti selesai,” tegas Prof Zudan.
Dikatakan, bayi yang diberi makanan bergizi pasti tidak akan terkena stunting dan juga pertumbuhannya akan bagus, semua itu dapat terwujud jika semua pihak sepakat akan kebijakan subsidi ibu hamil dan balita.
Selain itu, anaknya akan tumbuh cerdas, tumbuh (postur tubuh) bagus, bisa sekolah tinggi, dapat pekerjaan yang bagus pasti kemiskinan juga selesai,” tutup Prof Zudan. (rls/ red)












Komentar