Mamujuekspres.com|MAMUJU| – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui edukasi kebencanaan kepada anak-anak, Selasa 3 Februari 2026.
Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar budaya siaga bencana ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan.
Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan mitigasi bencana gempa bumi sangat penting dikenalkan kepada anak-anak karena gempa dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan.
“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dasar tentang cara melindungi diri saat gempa. Sikap tenang dan sigap menjadi kunci keselamatan. Edukasi sejak dini akan membentuk karakter tangguh dan tidak mudah panik ketika terjadi situasi darurat,” kata Yasir Fattah.
Kegiatan sosialisasi, anak-anak diajarkan langkah sederhana namun krusial, seperti segera berlindung di bawah meja yang kuat, melindungi kepala, menjauh dari benda yang berpotensi jatuh, serta mengikuti arahan guru atau orang dewasa. Setelah gempa berhenti, mereka diarahkan untuk menuju tempat terbuka dengan tertib dan aman.
“Latihan sederhana dan simulasi rutin di sekolah dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam merespons bencana, Kesiapsiagaan sejak kecil akan membentuk generasi yang peduli keselamatan diri dan orang lain, serta menjadi bagian dari masyarakat yang tangguh bencana,” tutup Yasir Fattah. (ist)















Komentar