Gubernur -Bupati se-Sulbar Audiensi Menteri Transmigrasi Bahas Transformasi Kawasan

Nasional603 views

Mamujuekspres.com|JAKARTA|–Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), bersama enam Bupati se-Sulbar audiensi secara resmi dengan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia di kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin. 5 Mei 25.

Pertemuan tersebut diterima Menteri Transmigrasi dan jajarannya dihadiri anggota DPR RI, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Kerja Sama Antar Lembaga dan Transmigrasi, serta Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Sulbar.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan Sulawesi Barat memiliki ikatan historis dengan program transmigrasi, sekitar 50% penduduknya merupakan warga transmigran, terutama di Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

“Transmigrasi telah menjadi bagian integral Sulbar, saatnya kita naik kelas agar SP Tanjung Cina di Pasangkayu dan SP Ratte untuk pertanian menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis klaster, seperti kakao di Polman dan komoditas unggulan lainnya,” ujar Gubernur SDK.

Pemprov Sulbar siap mendukung penuh program strategis kementerian, termasuk skema pembiayaan bersama (cost sharing) bila diperlukan. “Selama kementerian membutuhkan kami, kami siap mendukung,” tegasnya.

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyambut positif komitmen Gubernur dan para Bupati seSulbar, bahwa pendekatan baru dalam transmigrasi bukan hanya soal pemindahan penduduk, tetapi juga membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing tinggi, kata Menteri.

Berikut 5 program unggulan Menteri Transmigrasi ke depan dijalankan secara bertahap:

  1. Penyiapan lahan matang dan legal
  2. Pemberdayaan masyarakat lokal sebagai prioritas
  3. Program Patriot Transmigrasi, berupa penguatan SDM melalui beasiswa pendidikan
  4. Skema Trans Karya Nusa (TKN) untuk penciptaan lapangan kerja lokal
  5. Model Transmigrasi Gotong Royong (GR), yakni kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam revitalisasi kawasan transmigrasi

Menteri juga menyampaikan rencana untuk membawa investor besar ke Sulawesi Barat, termasuk perusahaan multinasional seperti Nestlé, guna membangun industri kakao di daerah tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya penyusunan rencana bisnis (business plan) yang solid dari pihak daerah untuk menarik minat dan pendanaan investor.

Kementerian Transmigrasi menyebut tiga lokasi prioritas nasional dalam pengembangan transmigrasi modern: Kepulauan Riau, Salor (Papua), dan Tubbi-Taramanu di Kabupaten Mamuju. Khusus di Sulbar, perhatian juga akan difokuskan pada wilayah Polewali Mandar serta pengembangan kawasan Botteng dan Bonda di Mamuju.

Pemerintah pusat berkomitmen mendukung kebutuhan daerah, dengan prinsip utama bahwa penyelesaian legalitas lahan di kawasan transmigrasi harus menjadi prioritas sebelum pelaksanaan program dimulai.

Audiensi ini menandai babak baru kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan Pemerintah Provinsi Sulbar dalam menghadirkan transmigrasi modern yang produktif, inklusif, dan berdaya saing tinggi – serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. (Rls/red)

Komentar

Update Terbaru