Penandatanganan MoU Komisi Nasional Disabilitas RI dengan PKS Fisip UIT Makassar

Pendidikan736 views

Mamujuekspres.com|MAMUJU|–Penandatanganan MoU antara Komisi Nasional Disabilitas RI di wakili Dr. Rachmita Maun Harahap, ST, M.Sn dengan PKS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIT Makassar diwakili Dekan Dr.Henni Zainal, M.Pd, M.Si di ruangan rapat Rektor, Kampus 3, Makassar, Kamis, 7 November 2024.

Acara ini dihadiri Wakil Rektor II Dr.Arjang, ST,  MT, MM, Warek III Muhammad Zulqifli, S.Kom, MM, M.Si, Ketua LPM Dr.Andi Risma Jaya,S IP, M.Adm.KP, Sekretaris LPM Yurniati, S.ST, M.Kes, M.Keb, Ka.Prodi Ilmu Administrasi Negara Moh.Yunus, S.Sos, M.AP, Ka.Prodi Ilmu Pemerintahan Sitti Mirza, S.IP, M.Si, Ka.Prodi Ilmu Komunikasi Fyan Andinasari, S.IP, M.I.Kom, Tendik Fakultas, Pengurus MPM, Pengurus BEM, Mahasiswa.

Rektor UIT Dr.Abdul Raman, S.Pt, SE, MM sangat mengapresiasi kerjasama yang membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Komisi Disabilitas (KND) melalui MoU ini kami berharap dapat mempererat hubungan kemitraan dengan UIT Makassar dengan berbagai program peningkatan kapasitas baik para dosen maupun dengan tenaga pendidikan, ungkapnya.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI, Dr. Rachmita Maun Harahap, ST, M.Sn mengatakan Penandatanganan kesepahaman ini dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan menuntut percepatan ekosistem pendidikan inklusif Indonesia khususnya Kota Makassar sebagai langkah kongkrit yang menunjukkan bahwa setiap individu tanpa memandang latar belakang kondisi mental, pisik, dan kemampuan intelektual memiliki kesempatan yang sama dengan mahasiswa Disabilitas untuk memudahkan hasil Pendidikan Tinggi yang berkualitas, terangnya.

Sementara Dekan Fisip UIT Dr.Henni Zainal, M.Pd, M.Si  mengatakan kerjasama Universitas Indonesia Timur dengan Komisi Disabilitas (KND) sebagai langkah positif dalam mendukung inklusi sosial dan pendidikan di Indonesia, melalui kolaborasi ini, UIT dapat berkontribusi pada peningkatan aksebilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas, baik infrastruktur, fasilitas, maupun kurikulum yang lebih ramah Disabilitas, ujarnya. (hms).

Komentar

Update Terbaru