oleh

Kadis PMD Sulbar, Buka Rapat Konsolidasi Implementasi P3PD

Mamujuekspres.com|MAMUJU|–Rapat Konsolidasi Implementasi Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahap II dibuka secara resmi Kadis PMD Prov. Sulbar Muh.Jaun, S.IP, MM di Hotel Maleo, Rabu, 29 Nopember 2023.

Kegiatan tersebut di hadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov.Sulbar Drs.H.Herdin Ismail, MM, Sekdis PMD Sulbar Dr.Andi Muhammad Yasin, M.Si, Kepala (CPMU) P34PD, Pejabat Administrator Lingkup DPMD Sulbar, Nara Sumber dan peserta.

Ketua panitia Dr.Andi Muhammad Yasin, M.Si yang juga Sekdis PMD Sulbar dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan Rakon P3PD mengkoordinasikan kegiatan P3PD ditingkat provinsi, mengkonsolidasikan peran Pemda dan pelaksanaan P3PD dan memastikan dukungan Pemda, RMC dan TPP Provinsi pada program P3PD agar berjalan dengan baik dan terarah.

Adapun peserta yang hadir sebanyak 33 orang terdiri dari Inspektorat Provinsi dan Kabupaten, Bappeda, Dinas PMD dan TA P3PD serta PTT Kemendes, ungkapnya.

Sementara itu Kadis PMD Prov. Sulbar Muh.Jaun, S.IP, MM dalam sambutannya mengatakan program P3PD sangat di butuhkan untuk membawa perubahan sistim pembinaan dan pengawasan pada Desa melalui inovasi peningkatan kapasitas yang efesien berbasis tehnologi digital dan mekanisme pasar, sebutnya.

Untuk diketahui, program prioritas Pj.Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakhrulloh bahwa masalah yang sangat fundamental dan perlu penanganan khusus dan cepat yaitu 4 plus 1 meliputi kemiskinan ekstrim, stunting, pernikahan dini, anak putus sekolah dan inflasi untuk itu saya mengajak kepada peserta untuk bersama sama mengatasi permasalahan ini melalui program P3PD, ujar Jaun.

Di informasikan bahwa pelatihan PKAD di Sulbar 2023 telah dilaksanakan 14 gelombang, dari 524 desa jadi target, baru 500 desa yang dilatih atau 95,42 % dan 24 desa belum, karenanya Kadis PMD Sulbar sampaikan otokritik program P3PD agar model pelatihan diarahkan pada peningkatan kualitas pelatih dan narasumber, jangan terburu buru melatih karena mempengaruhi kualitas pelatihan, ia berharap agar modul pelatihan diperbaiki, ucapnya. (ist)

Komentar

Update Terbaru