Pembukaan Pelatihan P3PD, Pj.Gubernur Sulbar Minta Kades Entaskan Kemiskinan Dan Aktifkan Posyandu

Mamujuekspres.com|MAMUJU|–Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Sulbar pada Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bertempat di Grand Hotel Maleo, Kamis 2 Nopember 2023.

Hadir dalam pembukaan tersebut selain Pj.Gubernur Sulbar juga hadir Wakil Ketua DPRD Sulbar, Forkopinda, Bupati Mamuju, Pincam Bank Sulselbar, Pincam BNI dan Kepala Desa serta perangkat Pemerintahan Desa se-Sulbar.

Direktur Fasilitasi Perencanaan Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Drs. Lutfi T.M.A, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa, BPD, Posyandu dan PKK di Desa agar memiliki kemampuan mengelola pemerintahan Desa dan meningkatkan  perekonomian masyarakat di desa, ujarnya.

Pemerintah saat ini berupaya mempersiapkan seluruh struktur pemerintahan baik pusat maupun di Desa melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pada 36 Provinsi di Indonesia, kecuali DKI dan Papua Pegunungan, khusus di Sulbar sudah 2096 perangkat Desa yang telah mengikuti pelatihan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD), kiranya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para Kepala Desa dan perangkat desa, guna meningkatkan kapasitas pemerintahan didesanya.

Sementara itu Pj.Gubernur Sulbar Prof.Dr.Zudan Arif Fakhrulloh, SH, MH mengharapkan kepada para Kepala Desa agar dapat mengentaskan Kemiskinan dan Mengaktifkan Posyandu di Desanya masing-masing.

Pemprov. Sulbar telah memperbanyak proyek padat karya yang melibatkan kelompok masyarakat agar berpartisipasi dalam pembangunan desa dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan para keluarganya, ungkap Zudan.

Untuk di ketahui, di Sulbar terdapat 2.140 posyandu tetapi yang aktif hanya 1.168, jika melihat data tersebut menjadi kekuatan yang sangat luar biasa bagi kita untuk menekan angka stunting, oleh karena itu Prof.Zudan mengharapkan para Kades untuk mengajak para ibu hamil  datang keposyando, diperiksa setiap perkembangan janin dalam kandungannya agar dideteksi sebagai upaya mencegah anak baru lahir berisiko stunting, ungkapnya.(m2)

Komentar

Update Terbaru